Sexklopedia: Fase-fase Kehidupan Seks yang Akan Dilalui Pasangan Menikah

Setelah menikah, pasangan akan memulai satu tahapan baru dalam hal keintiman. Mulai dari masa bulan madu yang penuh gairah hingga ketika seks terasa membosankan karena pernikahan sudah berjalan selama bertahun-tahun.

Pakar seks dan pernikahan Dr. Tammy Nelson berbagi pengalamannya selama 20 tahun sebagai terapis. Menurutnya sangat penting untuk mengenali fase-fase keintiman agar pasangan tetap bisa memiliki kehidupan seks yang menyenangkan.

Berdasarkan pengalamannya, Tammy melihat banyak pasangan yang kaget ketika menyadari bahwa mereka harus melakukan suatu usaha jika ingin kehidupan seks tetap ‘panas’. Kebanyakan pasangan percaya ketika mereka punya pernikahan yang baik, kehidupan seks akan berjalan baik dengan sendirinya. Kenyataannya anggapan tersebut salah.

Pasangan yang kehidupan seksnya tidak sehat biasanya cenderung tidak puas pada hubungan mereka. Ini bisa berdampak pada masa depan pernikahan.

Tammy menjelaskan agar pasangan memiliki kehidupan seks menyenangkan mereka sebaiknya memahami fase-fase keintiman yang akan dilalui selama pernikahan. Berikut ini fase-fase tersebut sesuai penjelasan penulis ‘Getting the Sex You Want’ itu seperti dipaparkannya pada Huffington Post:

Pada awal hubungan pasangan sedang romantis-romantisnya. Anda dan si dia tengah saling tertarik. Pasangan punya keingintahuan yang besar untuk mengeksplorasi satu sama lain.

Ketika pasangan resmi menikah, Anda dan si dia memasuki fase baru dalam hubungan yaitu komitmen. Seks yang terjadi biasanya spontan dan memuaskan untuk Anda dan si dia. Seiring waktu berjalan, aktivitas bercinta menjadi lebih baik dan menyenangkan. Anda dan suami mulai berani mencoba beberapa hal baru dan mau mengungkapkan apa yang diinginkan dari pasangan.

Setelah dua tahun, fase bulan madu mulai memudar. Pada tahapan baru ini, pasangan merasa lebih nyaman satu sama lain. Pernikahan sudah lebih stabil dan familiar. Anda dan suami menjadi lebih santai dalam menjalaninya. Anda atau suami akan makan apapun yang mau dimakan, memakai busana sesuka hati dan seks pun jadi lebih nyaman. Anda dan suami tahu ‘tombol’ mana yang harus ditekan dan apa yang memang menyenangkan.

Meski demikian setelah beberapa tahun menikah, beberapa pasangan ada juga yang terjerumus pada fase ‘maintenance sex’. Pada fase tersebut seks sama saja setiap malamnya, minim variasi. Anda atau suami terlalu malas untuk berubah atau malu mengatakan apa yang dimau. Bisa jadi Anda dan pasangan merasa berada di dalam kebuntuan, tapi malas melakukan apapun.

Fase lainnya yang juga bisa dialami pasangan setelah masa bulan madu lewat adalah tahapan untuk membuat kehidupan seks menjadi lebih menarik. Tidak banyak pasangan yang berhasil masuk dalam tahapan ini.

Jika Anda dan suami cuek pada tanda-tanda bahwa kehidupan seks mulai ada di fase ‘maintenance sex’ dan berharap kehidupan bercinta akan sembuh dengan sendirinya, seks bisa jadi semakin membosankan. Ini bisa menjadi situasi yang krusial. Saatnya untuk bicara dari hati ke hati dengan pasangan. Kalau Anda dan pasangan tidak melakukannya hubungan bisa makin mendingin.

“Berkomunikasi mengenai kehidupan seks bisa membantu pasangan merasa intim dan dekat,” jelas Dr. Tammy. “Pasangan biasanya tidak membicarakan kehidupan seks karena mereka berasumsi pasangan seharusnya secara otomatis tahu apa yang mereka inginkan,” tambahnya.

Jadi cobalah bicarakan aktivitas seks apa yang sebenarnya Anda inginkan. Biarkan pasangan tahu agar fase ‘maintenance sex’ tidak berlangsung terlalu lama. Terus eksplorasi hal-hal baru bersama pasangan.

sumber
Diposkan oleh Sexklopedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s