Sexklopedia : 4 Hal yang Penting Diketahui Wanita tentang Rendahnya Libido pada Pria

Meskipun gairah bercinta pria cenderung lebih besar dibandingkan wanita, namun ada kalanya pria bisa menolak ajakan pasangannya untuk berhubungan seks. Banyak faktor yang bisa menyebabkan pria kehilangan gairah seksual dan tidak selalu disebabkan adanya wanita lain, atau tidak tertariknya lagi pria terhadap istri. Ini empat yang perlu Anda ketahui tentang rendahnya libido pada pria, seperti dikutip dari Livestrong.

 

1. Gairah Seks Hilang = Hubungan yang Bermasalah
Pria yang kehilangan gairah seks bisa jadi ‘racun’ dalam pernikahan. Hubungan tak lagi harmonis, cenderung kaku dan dingin. Untuk mengatasinya, cara terbaik adalah dengan mendatangi dokter atau psikolog. Stres juga menjadi salah satu penyebab utama dari ketidaktertarikan terhadap seks, jadi ajaklah suami untuk belajar mengendalikan stres. Lebih pentingnya lagi, lupakan anggapan bahwa gairah seks suami hilang karena Anda. Tetaplah percaya diri untuk membantu si dia mengatasi masalah ini.
2. Faktor Psikologis & Emosional
Depresi, stres, kurang tidur, marah, konflik dalam hubungan dan perselingkuhan adalah beberapa penyebab paling umum kenapa pria kehilangan dorongan seksual. Banyak orang yang tidak menyadari efek depresi terhadap kehidupan seksual, dan hal ini bisa menyebabkan perselisihan dalam hubungan asmara. Karena kebanyakan orang mengira pasangannya tidak semangat bercinta karena ada wanita lain. Coba telusuri penyebabnya secara mendalam dan cari solusinya bersama-sama.
3. Kondisi Medis
Beberapa kondisi medis yang bisa menyebabkan hilangnya gairah bercinta pada pria diantaranya diabetes, penyakit jantung, menderita rasa sakit kronis dan Parkinson. Pengobatan untuk menyembuhkan beberapa penyakit itu bisa semakin memperparah hilangnya libido, bahkan pada kondisi tertentu bisa menyebabkan disfungsi ereksi.
4. Testosteron Rendah
Sekitar 25 persen pria kemungkinan memiliki testosteron yang lebih rendah daripada seharusnya. Kehilangan gairah seksual, disfungsi ereksi, penipisan tulang dan depresi merupakan beberapa gejala dari rendahnya tingkat testosteron. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah terapi penggantian testosteron.
Namun terapi ini hanya boleh dilakukan pada pria yang level testosteronnya berada di titik yang mengkhawatirkan dan tidak disarankan untuk pria yang memiliki tekanan darah tinggi. Terapi ini biasanya dilakukan dengan beberapa metode, seperti plester atau patch yang ditempelkan di bagian bawah tubuh, gel, injeksi atau implan.
Diposkan oleh 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s