Sexklopedia: 4 Dampak Stres Pada Kehidupan Seks Suami-Istri

Saat seseorang mengalami stres, level hormon testosteronenya menurun. Orang yang kehilangan gairah seksnya karena stres biasanya akan mencari pelampiasan pada alkohol, merokok, makan atau hal-hal lainnya yang berefek buruk pada kesehatan. Semua itu pada akhirnya malah membuat kondisi orang tersebut semakin buruk.

Ketika stres, sebaiknya Anda juga jangan menghindari seks. Keintiman dengan pasangan justru bisa mengurangi stres tersebut. Penelitian yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine, Oktober 2008 membuktikan, bercinta bisa menurunkan tingkat stres karena masalah di kantor.

Apakah Anda termasuk yang tengah dilanda stres? Berikut ini penjelasan seksolog Dr. Logan Levkoff yang sudah banyak membuat tulisan tentang pendidikan seks dan kerap muncul di berbagai acara televisi seperti CNN, Fox News dan Good Morning America itu. Logan memaparkan bagaimana stres bisa berdampak pada kehidupan seks pasangan.

 

1. Stres Bisa Menyebabkan Perasaan Negatif pada Citra Tubuh
Ketika Anda mengalami kenaikan berat badan (yang tentunya tidak direncanakan) stres bisa melanda dan itu dapat membuat Anda merasa tidak percaya diri. Saat seseorang tidak menyukai tubuhnya, tentu sulit untuk merasa bergairah dan bercinta dengan pasangan. Menurut Levkoff rendahnya kepercayaan diri pada bentuk tubuh sejalan dengan semakin menurunya frekuensi bercinta. Dan ketika pasangan jarang bercinta, hubungan pernikahan bisa bermasalah.

2. Stres Menurunkan Libido
Kortisol merupakan salah satu hormon yang diproduksi ketika seseorang stres. Tubuh sebenarnya perlu hormon ini tapi dalam jumlah yang sedikit dan pada waktu-waktu tertentu saja. Sehingga ketika produksi kortisol meningkat untuk waktu yang lama bisa berdampak pada menurunnya hormon seks. Berkurangnya kuantitas hormon seks ini tentunya membuat libido menurun.

3. Stres Membuat Anda Jadi Mudah Emosi
Stres bisa membuat orang jadi mudah bad mood. Orang-orang yang ada di sekeliling Anda pun bisa ikut terbawa perasaan negatif tersebut. Sehingga ketika stres pasangan jadi lebih berisiko untuk bertengkar ketika berkomunikasi. Kalau hal itu terjadi, bagaimana pasangan bisa memunculkan keinginan untuk bercinta.

4. Stres Mempengaruhi Kesuburan & Siklus Haid
Haid yang normal siklusnya berkisar antara 20 hingga 40 hari dan berlangsung selama dua hingga delapan hari. Siklus tersebut terjadi akibat adanya sejumlah hormon yang beredar dalam tubuh dalam suatu siklus tertentu. Siklus hormon tersebut merupakan hasil dari suatu kerjasama antara otak, indung telur, kelenjar-kelenjar di otak, serta kelenjar tiroid. Sehingga bila terjadi gangguan dalam peredaran hormon-hormon tersebut maka akan mengakibatkan terganggunya siklus menstruasi.

Salah satu yang mempengaruhi peredaran hormon-hormon itu adalah stres fisik maupun emosional. Sehingga biasanya saat tubuh seseorang sedang dalam keletihan ataupun sedang mengalami masalah psikologis yang cukup berat dapat mengalami gangguan siklus menstruasi dan masa subur.

sumber
Diposkan oleh Sexklopedia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s